MAU SUKSES SEGERA SIAPKAN TANGGA

Bagaimana kabar sobat..?? tak terasa hampir sebulan saya tidak sempat online dan update artikel maupun prediksi di blog ini, dalam kesibukan yang padat merayap, hari ini saya sempatkan diri tuk memberikan motifasi tuk sobat smart investor dimanapun anda berada..
Now.. ini dia..!!
Saya tidak menyuruh anda membuat tangga dan memanjat rumah orang agar anda bisa sukses.. atau membeli tangga sebagai prasarat sesajen agar anda bisa sukses he.. he.. namun tulisan ini sebagai bentuk motivasi kepada saya pribadi, anda dan mungkin mereka. Banyak orang berkata, “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Saya kurang sepakat, Karena kata-kata itu masih belum memiliki power. Menurut saya, yang lebih tepat justru ”Kegagalan adalah tangga-tangga menuju kesuksesan”.
Kalimat ini lebih tajam. Karena disini kesuksesan telah memiliki syarat. Syaratnya jelas, bila anda ingin sukses…. temui terlebih dahulu kegagalan.
Anda enggan gagal. Berarti tak usah bermimpi untuk sukses..!!
Tapi kenapa ada yang langsung sukses tanpa melalui fase kegagalan..? Sementara saya, anda, dan dia harus mendaki lama satu persatu anak tangga, terkadang tergelincir dan jatuh..?
Anda pernah melihat anak tangga yang cuma terdiri dari satu atau dua anak tangga. Pendakinya kadang tidak perlu melewati anak tangga itu untuk mencapai tujuannya. Cukup meloncat saja, dan wuzzz..!! Sampai..!!

Namun kebanyakan tujuan yang ada harus dicapai dengan tangga yang bukan hanya terdiri dari puluhan atau ratusan anak tangga, bahkan bentuk tangganya pun berliku-liku.
Maka hitunglah kegagalan itu seperti anda menghitung umur. Secara bilangan bertambah, tapi hakikatnya berkurang. Artinya secara jumlah kegagalan memang bertambah; sekali, dua kali, tiga kali. Tapi secara hakikat berkurang karena semakin banyak gagal, semakin banyak pelajaran yang diambil dan semakin dekatlah tangga kesuksesan.
Karenanya percayalah..
“kesuksesan sejatinya adalah anak tangga terakhir dari kegagalan”
Sukses seperti menaiki anak tangga. Banyak orang yang tidak mau (malas) untuk menaiki anak tangga (proses), mereka inginnya langsung naik lift (meraih sukses secara instan). Walaupun itu mungkin, namun pada kenyataannya kesuksesan yang melalui proses itu akan bertahan lebih lama serta orang tersebut akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai masalah dan persoalan dalam perjalanan karirnya.
Jadi untuk meraih kesuksesan, perlu tahu apa saja yang menjadi anak tangga itu dan juga harus mau menaiki anak tangga itu. Hal yang sangat sederhana, tapi banyak orang yang tidak mau atau tidak bisa mengaplikasikannya.  Anak-anak tangga ini ibarat balok-balok yang perlu disusun dan ditata sehingga bisa digunakan untuk naik lebih tinggi lagi (meraih puncak).
Adapun anak-anak tangga yang perlu disusun dan ditata, yaitu :
Anak tangga pertama : Pengetahuan.
Untuk sukses orang harus memiliki pengetahuan yang cukup. Misalnya mau berbisnis rumah, namun jika tidak tahu mengenai pasaran harga rumah, tidak tahu bagaimana mengurus jual beli rumah maupun tidak paham mengenai Hak Guna dan hak Milik Bangunan, apakah kita bisa sukses berjualan rumah? Memang bisa menjual, tapi tidak akan bisa sukses! Mau menjadi pedagang, asal tahu harga beli dan jual sebenarnya cukup, namun jika ingin sukses, maka perlu mengetahui mengenai strategi penjualan, manajemen (pembukuan, accounting, pajak dan administrasi) hingga leadership (kepemimpinan).
Anak tangga kedua: Keterampilan.
Banyak orang bilang yang penting adalah action (red tindakan). Memang itu tidak salah, karena tanpa tindakan tidak mungkin ada hasil, namun jika tindakan yang dilakukan biasa saja, tidak istimewa, tidak mempunyai nilai tambah dan pastinya dalam bertindak tidak mempunyai keterampilan, apakah tindakannya akan menuju hasil. Setelah memiliki pengetahuan yang cukup, maka pengetahuan tersebut harus dirubah menjadi keterampilan, sehingga keterampilan itu cukup untuk melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai sukses.
Anak tangga ketiga : Sumber Daya
Sumber Daya adalah apa saja yang diperlukan untuk terwujudnya sesuatu. Dalam membangun rumah, hal dibutuhkan adalah pasir, semen, batu bata, cat, genting dan sebagainya, termasuk sumber daya manusia. Untuk membangun bisnis sukses perlu peralatan, gedung, mesin, bahan baku dan juga karyawan. Sumber daya tersebut bisa saja uang, koneksi, karyawan, waktu maupun rekan kerja. Tidak semua sumber daya itu dibutuhkan sekaligus (kalau mempunyai semuanya pastilah lebih bagus), namun jangan dijadikan alasan jika sumber daya yang dimiliki tersebut kita tidak mempunyainya, ubah menjadi pertanyaan semisal, “bagaimana saya tetap bisa membuka usaha jika tidak punya modal dan juga waktu” atau “Siapa yang bisa membantu saya untuk membuka usaha”.
Anak tangga keempat: Berlatih.
berlatih adalah salah satu cara agar mengurangi kegagalan dan menghindarinya, sehingga dapat menjadi turbo dalam menaiki tangga kesuksesan. dengan berlatih berarti anda telah mengembangkan kemampuan anda serta akan menemukan jalan pintas yang sesuai dengan keperibadian anda.
Kembali lagi, semuanya tinggal kemauan! Kemauan untuk mau menyusun balok-balok anak tangga yang diperlukan, lalu menaikinya. Jumlah anak tangga yang harus dilalui tiap orang bisa berlainan, tergantung besarnya tujuan serta berapa lamanya proses pembelajaran yang dilakukan.
Anehnya, banyak orang yang mengatakan “saya tidak tahu, saya tidak bisa dan tidak punya apa-apa”, namun tidak melakukan apa-apa! Bukannya dengan begitu maka harus cepat mengambil tindakan..!! Tindakan supaya tahu, supaya bisa dan bagaimana supaya punya..!!
Di tangga kesuksesan banyak yang sudah mencapai puncak, ada yang masih di tengah dan masih banyak yang di bawah dan lebih banyak lagi mereka yang belum tahu ada tangga.
Robert Schuller-
Bagaimana dengan sobat..!! berada di tangga manakah sobat sekarang top – middel – under..??
semoga kesuksesan..
Good Luck…!!!
“PLAYING RESPONSIBILITY”
—–AK_47—–
JITUTOGEL © 2017 Frontier Theme